Kamis, 24 November 2011
puisi
Tuhanku,
dengan sifat-sifat-Mu yang lembut
dengan halusnya bekas kasih
Engkau pun tahu aku lemah
tiadalah Engkau menolak
dengan sifat lembut dan belas-Mu
dari kelemahan diriku
Tuhanku,
bagaimana aku menjadi wakil-Mu
untuk mengurus diriku
padahal Engkau penjamin bagiku
betapa aku akan terhina
padahal Engkau Sang Penolong
bagaimana mungkin aku kecewa
padahal Engkau Maha Pengasih
Tuhanku,
betapa diriku mendapat elus kehalusan-Mu
yang Maha Agung
padahal aku bodoh dalam kejahilanku
besar nian rahmat-Mu
karena begitu buruk perilaku diriku
Tuhanku,
begitu Engkau dekat dariku
begitu jauhnya aku dari-Mu
Tuhanku,
dosa telah menutup pandanganku
kemurahan-Mu membisikkan padaku
ketika putus asa menggerogoti jiwaku
aku menemukan rahmat-Mu
karena aku insan rendahan
karunia-Mu juga yang membukakan harapan
Tuhanku,
aku pontang panting di alam ini
karena begitu jauh jalan hidup ini
dekatkan aku pada jarak Mu
oleh amal yang segera aku datang di hadapan-Mu
Tuhanku,
tiada kehinaan yang tidak nampak oleh-Mu
perihalku yang tiada tersembunyi bagi-Mu
aku berharap dari pancaran Nur-Mu
agar aku tiba di depan-Mu
dan aku peroleh hidayah-Mu
kokohkan jiwaku
agar sungguh pengabdianku pada-Mu
Tuhanku,
mestikah aku kecewa,
padahal Engkau harapanku
betapa aku bisa terhina
padahal kepadamu saja aku berserah.
Wahai Zat yang bernaung di dalam tembok kemuliaan
sehingga tiada tercapai pandangan penglihatan
Wahai Zat yang menjelmakan keindahan penuh kesempurnaan
terbuktilah itu dalam hati dan perasaan
Engkau tampak jelas walau dalam persembunyian
Engkau Maha gaib tetapi memberi pengawasan
Engkau Taufiqur Rahman
tempat kami mengajukan pertolongan..
SEBUAH MISI GELAP
SEBUAH MISI GELAP
Pakaian serba hitam melekat sempurna ditubuhnya, Rompi anti peluru siap melindunginya. Justin berdiri di kegelapan malam, dia menyembunyikan tubuhnya dibalik box countener yang terletak ditepi pelabuhan. Dilihatnya dibalik box countainer segerombolan orang sedang bertransaksi narkoba. Gembong Charmed memang telah merajalela, hampir seluruh kota dikuasai mereka, bahkan obat-obatan dari demon itu telah meracuni hamper 45% anak-anak dan pemuda di kota. Lebih tragisnya lagi, banyak polisi yang mereka suap agar membantu pergerakan mereka. Namun tuhan masih memberkati kota ini, karena masih ada polisi-polisi yang jujur seperti Justin.
Justin adalah polisi yang memiliki dedikasi yang tinggi untuk kesatuannya dan dia tidak akan pernah mau menerima suap, apalagi suap dari narkoba. Adik perempuannya Rose , meninggal karena kecanduan narkoba. Adiknya memang Bengal dan tidak bisa diatur. Tapi tetap saja Justin tak bisa memaafkan gembong narkoba semacam chalista, yang telah meracuni Adiknya dengan barang dari neraka hingga Adiknya tewas.
Dipegangnya pistol caliber 45 semi otomatisnya, lalu diawasinya keadaan sekitarnya.
“Red 2, Bagaimana keadaan chicken”kata Justin
“Chicken sedang bertelur, copy”jawab Red 2 yang diiringin tawa.
“Jangan bercanda!!!”umpat Justin
Red 2 tidak lain adalah fernando, bagian dari Tim anti narkoba yang dibentuk Justin. Kumpulan polisi-polisi yang berkualitas dan Justin tahu pasti mereka kumpulan orang yang setia dan anti korupsi. Jika dia memilih kodenya bernama Red, itu karena Dahlia de thalia siapapun itu namanya adalah penyanyi pujaan hati fernando. Dan wanita itu suka warna Red.
Diatas Box Countainer disisi barat pelabuhan, Fernando bisa melihat keadaan tempat transaksi. Hanya sayang dia tak bisa mengenali siapa yang diajak chalista bertransaksi, karena orang itu memakai topi lebar dan coat yang menutupi bentuk tubuhnya. Teropong beresolusi tinggi ada ditangannya dan senjata sniper telah terpasang di tempatnya.
“Jangan terlalu kaku, Black 1” katanya pada Justin. Fernando mengarahkan teropongnya ke sisi selatan dan dilihatnya Justin berdiri disana sambil memegang sebelah telinganya yang dipasangi earphone, lalu bibirnya bergerak.
“Laporkan saja b**h!!!” teriak Justin pada Fernando
“Wadaw!!! keras sekali!!!”jawab Fernando sambil meringis geli
“Chicken kecil berjumlah 10 orang, chicken besar berjumlah 2 orang, tepat 2%” lanjut Fernando sambil tertawa
“Tuhanku ….”jawab Justin berusaha Sabar
Partnernya satu ini segenting apapun keadaanya tetap saja bisa bercanda, inilah kelebihannya, karena bisa berpikir jernih saat situasi menjadi keruh dan kemampuan menembak jarak jauhnya adalah nomor satu di kesatuan.
“Tuhan bersama kita, Bro!!!”jawab Fernando Serius
“Blue 3, Apa kau siap” tanya Justin pada Blue 3
“Black 1, Blue 3 siap untuk bunuh diri, copy” jawab Blue 3
Blue 3 sekarang sedang bersembunyi di sisi timur. Blue 3 atau andreas adalah Junior Justin saat masih di akademi. Saat dia masuk ke kesatuan Justin merekrutnya. Pria muda ini sering dipanggil Bym, tampan dan tinggi besar, kemampuan bertarungnya sama dengan kemampuan 5 orang, idealis dan memiliki impian besar. Justru idealisnya inilah yang membuatnya rela berkorban untuk membasmi narkorba dan korupsi. Bym sendiri tidak ingin sepupu kesayangannya Selly terjerumus seperti Rose adik Justin. Selly gadis yang manis dan suka sekali budaya jepang, sampai-sampai dia punya nama Jepang Kiriko, Bym sangat melindunginya.
“Kau benar Blue 3, kita bunuh diri”kata Justin
Saat ini di pelabuhan ada 12 orang chicken (gerombolan gembong mafia) yang harus mereka hadapi, sementara mereka hanya bertiga. Dari tempatnya berdiri Justin bisa melihat chalista bertransaksi, tapi dengan siapa chalista bertransaksi Justin tak bisa melihatnya karena terhalang box countener.
Dikongkangnya pistol caliber 45 nya, Justin menetapkan hatinya untuk menyerbu.
“Angkat tangan !!! kalian telah dikepung” teriak Justin sambil berjalan keluar dari kegelapan.
“Dan jangan macam-macam “ katanya lagi saat melihat anggota gembong Chalista mencoba menembaknya.
“karena akan ada sniper yang menembak Chalista, jika kau melukaiku” kata Justin sambil memberi isyarat untuk melihat tanda titik merah dikepala Chalista.
Chaista pun memberi isyarat pada anak buahnya agar tenang dan tidak menembak Justin.
“Wel..wel…lihat siapa yang datang” kata Chalista seraya membalikkan badannya menghadap Justin dengan kedua tangannya yang terangkat.
“Justin mencoba menjadi Dark Knight rupanya? Tapi sayang dia tidak setampan Bruce Wayne” katanya sambil tersenyum manis
“Aku mungkin tidak setampan Dia, tapi aku Lebih Tampan. Jadi menyerahlah, kau sudah kami kepung”kata Justin
“kau bohong Justin, kau tak mungkin mengepung kami tanpa seijinnya tentunya”kata Chalista seraya memberi isyarat pada Justin untuk melihat pria yang bertransaksi dengannya.
Betapa kagetnya Justin setelah melihat pria yang memakai topi lebar dan coat itu adalah inspektur polisi Harry.
“ Kau bisa dihukum karena melakukan operasi gelap, Justin”kata Harry.
“Dan anda bisa dipecat dan dipancung karena melakukan transaksi gelap”balas Justin
Tiba-tiba sebuah bomb asap meledak, asap pekat mengelilingi mereka semua. Rupanya salah seorang dari gerombolan Chalista menyalakan Bomb asap.
“Red 2, tembak chalista”perintah Justin
“Negatif … Black 1” jawab Fernando
“S***T aku tak bisa melihatnya” umpat Fernando
Fernando tak bisa melihat dimana chalista, Asap terlalu tebal dibawah sana, Fernando tak bisa menembak.
Bym keluar dari persembunyiannya, dilihatnya 5 orang berusaha mendekati dan menembak Justin yang mengejar Chalista. Bym pun berlari mengejar mereka dan menghantam mereka, pistol sangat sulit digunakan karena asap tebal, bym takut pelurunya mengenai Justin, pertarungan jarak dekat satu-satunya pilihan.
Pria pertama jatuh hanya dengan sekali pukul, pria kedua pingsan setelah menerima tendangannya. Tiga yang lain berusaha menembaknya, sebelum sempat mereka menembaknya Bym sudah meraih pistol pria ketiga, dengan santainya diarahkan tangan pria itu pada pria keempat. hasilnya pria keempat mati tertembak. Bym memelintir tangan pria ketiga, meraih pistolnya dan melempar pria itu hingga tersungkur ketanah, menendang tangan pria kelima yang memegang pistol dan menembaknya. Didekatinya pria ketiga.
“ Kau ingin mati juga?”Tanya Bym dingin
Pria ketiga melihatnya dan ketakutan. Bym tersenyum dingin, lalu Bym menghantamnya dengan gagang pistol. Pria itu pun jatuh pinsan.
“Wel… tidak sesulit yang kukira”kata Bym
Justin berlari mengejar chalista, dia tidak ingin chalista menghilang dari jangkauan matanya. Desing peluru mulai terdengar dan hampir mengenainya. Justin terus mengejarnya hingga dia berhasil menubruknya. Pistol chalistapun melayang karena tumbukan ini. Dipukulnya wajah chalista tanpa ampun namun chalista bukan wanita yang begitu saja gampang menyerah. Dibalasnya pukulan Justin, telak di rahangnya.
”Percuma Kau menangkapku, Jika Inspekturmu lolos” kata Chalista sambil menendang tulang kering Justin.
Justin merintih dan berlutut kesakitan dan chalistapun dapat meloloskan diri. Chalista berdiri menjulang diiatas Justin lalu kemudian menendang perut Justin dengan kuat berkali-kali, Justin pun tersungkur ditanah.
Dari atas box counter, Fernando bisa melihat segerombolan orang keluar dari kepungan asap. Fernando melihat harry berlari bersama kelima anak buahnya menuju mobil. Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Diarahakan senapan snipernya pada harry, lalu ditembaknya orang itu.
”Sial....!!!!”umpat Fernando
Salah seorang anak buah Harry melihat titik merah yang diarahkan Fernando pada Harry. Dia melindungi harry dan terkena tembakan Fernando. Anak buah Harry terkapar tak berdaya. Sialnya lagi mereka jadi tahu dimana posisi Fernando.
”Dia disana!!! Arah Barat” kata salah sorang anak buah Harry. Ketiga orang anak buah Harry menembaki Fernando sambil berlindung dibelakang mobil. Mereka terus menembak hingga Harry dapat masuk mobil dengan partnernya. Peluru-peluru dari serangan itu hampir mengenai Fernando. Bukan hanya itu saja, peluru-peluru itu juga merusak snipernya. Fernando berusaha keras melindungi dirinya, ia berguling untuk menghindari serangan itu. Diambil pistol caliber 45 dipinggangnya lalu ditembakan kearah musuh.
Tembak-menembak tak terelakan lagi
”Hebat juga mereka....!!!”kata Fernando
”Menembak ke arah atas dengan gaya gravitasi yang ada.Cukup sudah mereka membuatku kesulitan!!!” lanjut Fernando.
Fernando tahu mereka sedang mengisi amunisi, 1 detik sangat berharga bagi Fernando. Fernando berguling ke posisi yang mantap. Dilihatnya mereka bertiga dibalik mobil.
”There you are ”
Peluru Fernando bagaikan anak panah Green Arrow yang melesat pasti kearah sasaran. Tiga kali tembakan, tiga sasaran dan ketiganya tepat mengenai targetnya.
Mobil harry menderu berjalan mencoba meninggalkan pelabuhan. Fernando berdiri dan berlari, melompati sederatan box countainer, berusaha apapun caranya untuk menghentikan mobil harry.
Chalista dapat meloloskan diri dari sergapan Justin. Kini dia berdiri menjulang diatas Justin yang sedang merintih kesakitan.
”Kau pikir, kau bisa menangkapku?! Mr. Justin” kata Chalista.
”Ibumu pasti sedih sekali. Setelah Adikmu Rose, dia akan kehilanganmu”katanya Sinis
”Son Of b**th” Balas Justin
“ohoho…Kasar sekali omonganmu”kata chalista sambil memungut pistol miliknya yang terjatuh dan menendang jauh pistol milik Justin.
“tapi untuk orang yang hampir mati, ku ijinkan Kau mengatakannya” katanya sambil mengarahkan pistolnya pada Justin dan dia siap menembakannya.
Nyawa Justin ada dalam tangannya
Tiba-tiba terlihat kilauan lampu yang menyilaukan, lalu terdengar suara klakson Truck Countainer. Dari balik asap muncullah kepala Truck Countainer dengan kecepatan tinggi kerah mereka. Chalista dan Justin terpana dengan hal ini, serta-merta Chalista berlari kesamping kiri dan Justin berguling sejauh mungkin ke sisi kanan.
Chalista masih menenangkan jantungnya yang hampir copot, didengarnya seorang wanita berkata,
“Hello Chalista nice to meet you”
Lalu dalam hitungan detik, dirasakannya timah panas menembus dadanya, lalu tangannya yang memegang pistol, kemudian kakinya. Chalista tidak bisa membalas serangan tiba-tiba itu, matanya berkunang-kunang dan Chalistapun jatuh ketanah.
Justin melihat truck besar dihadapannya dan Bym berlari mendekatinya, nampaknya urusannya dengan 5 orang chicken sudah selesai.
“ Kau tidak apa-apa?” Tanya Bym.
Belum sempat Justin menjawab, didengarnya tiga suara tembakan yang berasal dari dalam Truck. Bym berlari kearah sisi kiri Truck dan dilihatnya Chalista jatuh tersungkur mengerang kesakitan. Darah mengalir dari dadanya, Bym bisa menebak tembakan tadi hanya meleset sepersekian centi dari jantung Chalista. Tembakan itu bukan tembakan yang meleset, tapi sengaja diarahkan kebagian yang melumpuhkan bukan membunuh. Bym tahu siapa yang melakukannya. Bym melihat pengemudi truck itu, Diapun kemudian tersenyum dan didengarnya wanita itu berkata
”Bym akan mengurusmu kemudian” katanya
”Nice Shoot!!!”kata Bym
” Iyup ... so take care of him ”tanyanya pada Bym
”as your wish, maam”jawab Bym
Justin tahu siapa kiranya yang dapat mengemudikan truck besar dihadapannya. Tanpa ragu Dia berdiri dan masuk kedalam truck.
“Mau berburu tanpa aku sayang??” katanya sambil melemparkan senjata pada Justin. Sungguh kata-kata yang manis namun menyayat hati
Truck melaju kencang untuk mengejar Harry.
”Aku hanya tidak ingin suamimu menangis sedih jika kau terluka” jawab Justin
”Brad tidak pernah khawatir jika aku memegang pistol, tapi justru dia akan khawatir jika aku merangkai bunga” katanya sambil tersenyum.
”Tuhanku...!!!”jawab Justin sabar
Justin sungguh heran kenapa Timnya berisi orang-orang kacau semua. Pertama Fernando yang tukang berkelakar, Bym yang dingin namun kadang bisa tersenyum, lalu sekarang wanita yang ada disampingnya. Sekalipun tidak bisa dipungkiri kalau mereka orang-orang yang hebat.
Angelina , sebuah truck bisa jadi mobil formula 1 jika dikendarainya, mungkin dia bisa mengalahkan Lois hammilton dengan kemampuannya menyetir. Pertarungan jarak dekat, jangan berani mencobanya karena dia masternya. Dan kalaupun ada yang bisa mengalahkannya tentu saja suaminya, Brad Pritt Smith. Brad adalah seorang prajurit bayaran, sungguh kombinasi yang aneh, seorang polisi menikah dengan prajurit bayaran. Tapi mungkin hanya Brad yang mengerti kegilaan Angelina akan action dan bahaya seolah-olah dia Louis lane, hal inilah yang tidak di mengerti oleh Justin dan membuat hubungan mereka tidak berhasil. Justin tidak mengajaknya karena dia masih menyayangi Angelina dan tidak ingin dia terluka.
Fernando berlari mengejar mobil Harry, ditembaknya mobil itu berkali-kali. Sialnya mobil itu terus melaju. Didengarnya dari belakang deru truck melaju.
”Red 2, Tembak pengemudinya” kata Justin padanya.
”Aku sedang berusaha!!!”jawab Fernando
Justin mengeluarkan sebagian tubuhnya dari jendela dan berusaha menebaki mobil harry. Tapi disaat yang sama Harry juga menembaki mereka.
Angelina menambah laju trucknya, jarak mereka semakin dekat. Justin bisa berkosentrasi penuh dan akhirnya dia bisa menembak ban mobil Harry, namun mobil Harry tetap melaju meski dengan ban yang kempes. Kemudian jarak truck dengan mobil Harry hanya selisih 5.28569 detik. Jarak yang cukup dekat sekali, Justin masuk kedalam truck, Harry menembaki mereka. Sesekiali mereka menunduk menghindari tembakan. Justin tak mau kalah, dia membalas tembakan Harry.
Angelina akhirnya bisa mensejajarkan truck dengan mobil. Truck berada di sisi kiri mobil Harry, Justin kemudian berhasil menembak pengemudi Harry dan mobil menjadi oleng. Angelina mengarahkan trucknya untuk menubruk mobil itu, menjepitnya diantara truck dan coutainer. Harry membentur dashboard saat terjadi tumbukan, pingsan tak sadarkan diri.
Justin turun dari Truck bersama Angelina. Mobil Harry hampir seperti roti gepeng.
”Para chicken sudah terjaring guys” kata Angelina melalui microfonnya
”Yeach...!!!”jawab Fernando dari atas countainer
“Mission Complete”jawab Bym yang sedang memasukan tubuh chalista yang pingsan ke bagasi mobilnya.
”Thak u frend”kata Justin
” u’r welcome” jawab Mereka bersamaan
Chalista, tertangkap, di adili dan mendapatkan hukuman seumur hidup dipotong masa tahanan 3 hari. Inspektur polisi Harry yang melindunginya salama ini juga mendapatkan hukuman yang setimpal. Semua konspirasi telah terpecahkan, polisi-polisi korup dikeluarkan dari kesatuannya. Sekalipun begitu masih banyak gembong-gembong narkoba yang berkeliaran. Namun dengan adanya polisi-polisi yang bersih dan tangguh, gembong-gembong ini dapat disingkirkan. Polisi-polisi yang tangguh seperti Tim milik Justin.
Langganan:
Postingan (Atom)