Manusia dan Keindahan
Keindahan bersifat universal yang artinya tidak
terikat oleh selera perseorangan ,tempat , waktu, dan tempat, kedaerahan atau
local dan selera mode. Keindahan pada dasarnya bersifat abstrak hanya dapat
dinikmati saat menjadi suatu hasil karya seni.
Sesungguhnya
keindahan memiliki berbagai pengertian yaitu keindahan yang menunujuk seseorang
yang terlihat cantik , suatu benda yang terlihat dan keindahan alam namun dari
ketiga itu sering dicampurkan adukan.
Dari suatu situs
web yang saya baca bahwa perbedaan menurut luasnya pengertian yakni :
Ø
Keindahan dalam arti luas
Ø
Keindahan dalam arti estetis murni
a.
Keindahan dalam arti luas
semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup
pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang
indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik
juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang
indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap
kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti
estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan
penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi
pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam,
keindahan moral dan keindahan intelektual.
b. Keindahan dalam estetik murni
Dalam
rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian
keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral,
nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan
segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari
kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu
sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapa pada sesuatu benda sampai
terbukti ketakbenarannya.
lewat panca indera manusia dapat menikmati keindahan dan setiap saat tak dapat berpisah dengannya, serta berupaya untuk dapat menikmatiny adalam waktu yang lama. Kalau tidak dapat memperolehnya manusia
mencari kian kemari agar dapat menemukan dan memuaskan rasa dahaga akan
keindahan.